Unt Sub Pendamping & Pendamping Dinas Kota & Kabupaten
March 10th, 2008kami memantau laporan rekan2 pendamping Dinas Kota dan Kabupaten, setiap mengumpulkan mahasiswa D3 baik angkatan 2006 dan 2007, yang datang dengan yang tidak malah banyak yang tidak, ini gejala apa ya, apa mahasiswa D3 ini dia berpendapat dapat bantuan beasiswa unggulan hanya kuliah saja di kampus, habis kuliah selesai tidur di rumah, main2, ini ada sebagaian yang benar, lainnya seperti datang ke ict center, magang ditempat magang, menyelesaikan update data nisn, nangani jardiknas, dll gak ada, jika ada orangnya ya hanya itu2 saja, saya juga dapat laporan dari kampus, ada beberapa mahasiswa D3 yang jarang gak masuk ke kampus, malah ada kuliah yang double, dan malah untuk tempat kampus mahasiswa D3 ditinggal, datang2 hanya ambil uang tranport, saya jadi curiga beasiswa unggulan ini dijadikan luang bisnis, kalo benar, terpaksa saya harus saya laporkan ke Diknas Pusat, seperti yang disampaikan bpk Gatot beberapa bulan yang lain, hasil sidak, beasiswa unggulan untuk D3 untuk sementara diberhentikan dulu, setelah tertata; misalnya
1. Dinas, provider, ict center dan tempat magang jelas terjadi kordinasi yang baik, apa selama ini belum terjadi kordinasi yang baik, saya jawab masih ada yang belum jalan sama sekali, provider jalan sendiri, ict center juga jalan sendiri, malah ada yang pasif sama sekali, lihat laporan dari sub pendamping bpk kardiyono,
2. kampus, jadwal jelas menggunakan sistem 2:2, apa 1:1, kesediaan dosen dan sarana prasarana untuk praktek, hasil yang dicapai sesuai sasaran tidak
3. ict center kesiapan kegiatan di ict center dan sarana prasarana pendukung, karena ada ict center komputernya full dipake muridnya, sehingga kesempatan D3 untuk belajar praktek gak ada waktu, apalagi malam dah terkunci,
4. aktivitas mahasiswa, baik di kampus, di ict center dan di tempat magang;
baru kalo semua diatas bisa jalan lancar dan tertata rapi, beasiswa unggulan baru akan diturunkan kembali, dengan demikian akan betul2 terseleksi mahasiswa yang bener2 unggul, yang cacat seperti diatas untuk dicoret saja, karena ini beasiswa untuk beasiswa unggulan, kalo ada mahasiswa yang seperti diatas berarti tidak unggul, jadi layak untuk dicoret dan dikeluarkan dari status mahasiswa unggulan, kami harapkan mas kardiyono, mas adnan mas bambang, coba di evaluasi aktivitas mahasiswa yang ada di wilayah binaannya masing-masing, jawa tengah mahasiswanya D3 paling banyak dari jumlah 11.000 orang, jawa tengah 3.000 orang sendiri, tapi hasilnya tidak tampak samasekali alias belum membuahkan hasil, kami mohon penanggungjawab provider untuk ikut andil mengatasi permasalahan2 ini, pendamping dinas kota dan kabupaten, kordinator D3, wali kecamatan untuk bekerjsama saling membantu, kami tidak suka laporan fiktif, kami minta laporan apa adanya, lugas, jelas dan transparan, saya prihatin bener2 prihatin, setiap pendamping kota dan kabupaten mengumpulkan mahasiswa D3 yang dateng dibawah 50%, dan saya juga dapat laporan dari dinas, bahwa mahasiswa dikasih tugas update data dapodik juga terlantarkan, saya tidak perlu melaporkan dari dinas mana, yang jelas ada beberapa orang dinas, kerjaan yang ditangani mahasiswa D3 banyak yang terlantar, ini menandakan aktivitas mahasiswa tidak ada, apalagi permintaan data dari bapak Gatot sudah 1 minggu yang lalu, dari 35 kabupaten baru 2 yang mengusulkan kab wonosobo dan kota magelang, itupun nisn masih kosong, alias laporan belum bisa kami terima, mohon perhatian semuanya, demikian terima kasih
hormat kami
kordinator pendamping prov jawa tengah
ttd
kasmadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar